Hay guys, kali ini saya mau posting beberapa tokoh yang menginspirasi hidup nih. hidup siapa? hidup saya dong hahaha. Agendanya sesuai nih sama tugas kuliah, kalo engga ada tugas kuliah kayaknya gak bakalan posting juga hehe
1. Fatimah Azzahra
Yaps, tokoh yang menginspirasi saya adalah Fatimah Azzahra, putri bngsu dari baginda Rasulullah saw. sikap yang lemah lembut dan penuh kasih sayang selalu mengiringi di setiap langkah kehidupannya, kecintaannya kepada agama selalu menjadikan ia manusia yang selalu ingin mencintai dan dekat dengan Allah swt. bagi kaum hawa, termasuk saya Fatimah Azzahra patut dijadikan salah satu tokoh yang menginspirasi. Dari sosok Fatimah Azzahra kita bisa menilai bahwa wanita itu harus memiliki sikap lemah lembut, bukan berarti lemah sehingga mudah untuk ditindas, wanita juga harus kuat dan harus berani memperjangkan kebenaran, seperti Fatimah Azzahra yang ikut berperang dalam membela Islam.
2. R.A. Kartini

Tokoh yang ini sangat populer bukan? siapa sih yang gak kenal R.A. Kartini, kalo udah nyebut namanya jadi inget dulu nih. Setiap tanggal 21 pasti pakai kebaya, katanya memperingati hari kartini. waah waktu kecil aja saya gak punya temen yang namanya kartini, tapi ikut-ikut memeriahkan aja. lumayanlah jadi cantik satu hari pake kebaya. Nah, sejak kecil kita sudah diperkenalkan sedikit tentang R.A.Kartini walaupun belum tumbuh rasa penasaran siapa sih R.A.Kartini, tetapi guru-guru kita atau orang di sekeliling kita yang sudah tau akan perjuanagan beliau untuk mendapatkan hak-hak seorang manusia khususnya hak-hak wanita untuk dapat mengenyam pendidikan. Berkat beliau, saat ini hampir semua perempuan mendapatkan pendidikan yang sama, perempuan dapat berkarya dan menyalurkan kreativitasnya khususnya di bidang pendididkan.
3. B.J. Habibie
Orang yang sanggup mengubah keadaan dan mengangkat harkat negeri
ini dari dasar jurang ke puncak kejayaan. Orang-orang yang mengerahkan
daya upaya dan pikirannya untuk kemakmuran bangsa. Meskipun mereka
jumlahnya relatif sangat sedikit, namun keperkasaan pengaruhnya sanggup
dirasakan tidak hanya dari Sabang sampai Merauke bahkan menjalar ke
seluruh dunia.
Karena itu, sungguh ironis bila mereka pada akhirnya tidak
operasional di negeri sendiri. Terpencil mengabdi di negeri orang
akibat ulah rekan-rekannya yang licin bak belut dalam mengelabui
rakyat.
Itulah yang dialami BJ Habibie. Ketika usia telah merambah tua,
menapaki sisa-sisa waktu produktifnya, rintangan masih bergulung besar
yang menghalanginya memenuhi harapan rakyat. Kerinduan rakyat terhadap
karyanya pun seolah memang ditakdirkan untuk tidak terjadi lagi.
Ingin tahu kenapa dunia begitu menghargai Habibie? Dan rakyat
Indonesia bersabar menahan kerinduannya? Yang bahkan ketika ada seorang
anak bangsa bekerja di luar negeri dan mengaku sebagai murid Habibie,
orang bule pun segera segan kepadanya? Kurang lebih seperti inilah
dunia melihatnya…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar